Minggu , November 19 2017
Home / DAERAH / Wow, Profesi Pelacur Masuk Buku Pelajaran SD!!
medium_44347859_tulisan-pelacur-masuk-dalam-buku-pelajaran-anak-sd_663_382

Wow, Profesi Pelacur Masuk Buku Pelajaran SD!!

Suara Rakyat Indonesia - Buku pelajaran SD atau MI kelas V semester 1 dibuat geger di kota Malang. Pasalnya dalam buku itu ditemukan kata-kata pelacur dalam buku kerja siswa tentang Sehat Itu Penting.

Asal mula kehebohan itu adalah di halaman 34, ditemukan kata pelacur dalam buku yang didistribusikan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang itu. Sekolah dan wali murid pun meresponsnya dengan berbagai sikap berbeda.

“Kami baru saja mengetahui soal ini dari grup Whatsapp, tolong dicek di halaman ini ada kata-kata ini,” kata Kepala Sekolah SDI Terpadu Ahmad Yani,  Murtini, Senin (16/11/2015)

Dalam topik ayo menambah wawasan dibeberkan berbagai macam bentuk tanggungjawab, mulai dari tanggungjawab terhadap keluarga, masyarakat, bangsa dan negara dan tanggung jawab terhadap tuhan.

Dalam tanggung jawab terhadap keluarga dicontohkan tanggung jawab yang harus dipikul ibu rumah tangga dengan tiga anak yang harus menjadi orang tua tunggal setelah suaminya meninggal.

Kutipan kalimat itu antara lain ‘ seorang ibu hidup dengan tiga anak, karena suaminya meninggal, dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya, walaupun harus menjadi pelacur sekalipun. Karena demi memberikan kehidupan dan bertanggung jawab atas ke tiga anaknya”.

Contoh kerja sebagai seorang pelacur dianggap tidak pantas dan bisa diganti dengan pekerjaan lain yang lebih mudah dimengerti oleh pelajar SD, seperti pembantu rumah tangga, pramusaji di warung atau yang lain.

“Buku ini baru datang satu minggu dan belum kami bagikan. Sekolah antisipasi dengan memberi tipe x dan mengganti dengan jenis pekerjaan lain. Buku ini kami dapat dari Dinas Pendidikan dan diwajibkan untuk semua sekolah,” katanya.

Menurutnya, buku itu kemungkinan besar tidak akan ditarik. Cacat yang tidak terlalu banyak menurutnya bisa diperbaiki dengan cara menutup dan mengganti dengan kata lain. “Tidak ada penarikan sampai sekarang, seandainya banyak (kesalahan) ya harus berani menarik,” katanya.

Sementara sekolah lain berharap agar buku itu segera ditarik. Sri Fatonah, guru kelas 5 SD Brawijaya Malang menyatakan sempat berpikir untuk menyobek halaman tersebut meskipun belum dilakukan. Menurutnya, lolosnya kata-kata itu bukanlah kesalahan cetak.

Soal temuan itu, Dinas Pendidikan Kota Malang mengaku akan segera berembuk untuk mengambil langkah tepat. Buku tersebut dibuat oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kota Malang.

“Akan dirapatkan oleh pengawas untuk solusinya,” kata Kepala Bidang TK-SD Dinas Pendidikan Kota Malang, Suyitno.

Check Also

Tren selfie ala Jepang.Ilustrasi/bbs/istimewa/net

Unik, Hanya Ada di Jepang

SUARARAKYATINDONESIA-Teknologi yang modern dan canggih membuat Jepang menjadi trendsetter di bidang industri teknologi. Tak hanya ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>