Selasa , Desember 12 2017
Home / GENERAL / Sterilwave SW 440 Solusi Untuk Pengolah Limbah Medis
sterilwave-440-for-hospitals-producing-350-to-1200-kg1

Sterilwave SW 440 Solusi Untuk Pengolah Limbah Medis

Suara Rakyat Indonesia, Beredarnya vaksin palsu di tanah air menjadi bukti, bagaimana masalah limbah medis menjadi ancaman kesehatan bagi masyarakat. Melihat hal ini tentunya pemerintah tidak boleh memandang sebelah mata, limbah medis sesegera mungkin perlu ditangani secara serius.

President Director PT. Beta Medical, Drs. Ec. Amiruddin M. Noer, MBA, ditemui di ruang kerjanya menerangkan, di Indonesia untuk limbah medis belum ada solusi terbaik, terutama untuk limbah keras. Limbah medis diketahui memiliki dua karakteristik limbah, antara lain limbah cair dan limbah keras. Melihat permasalahan ini, dirinya terpanggil untuk mencari solusi dalam penanganan limbah medis tersebut. Di mana akhirnya dirinya menemukan alat Sterilwave SW 440.

Sterilwave SW 440, diyakini menjadi solusi dalam penanganan permasalahan limbah medis di tanah air. Sterilwave, berfungsi mengelola limbah medis berbahaya dengan cara menghancurkan dengan pisau yang berputar 1500 rpm dan melakukan sterilisasi dengan Microwave Technology. Semua proses dilakukan dalam satu chamber yang tertutup dan terkontrol dengan tersedianya panel control.

“Memasukkan barang ini untuk digunakan dalam pengolahan limbah bukanlah perkara yang mudah. Memang alat ini telah berhasil melalui pengujian di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo yang disaksikan juga oleh perwakilan dari Departemen Kesehatan dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Banyak pihak rumah sakit yang telah melihat video proses pengolahan limbah dengan alat ini menyambut baik, karena rumah sakit dilarang melakukan pengolahan limbah medis keras secara langsung. Untuk itu alat ini menjadi solusi karena ramah lingkungan,” paparnya.

Drs. Amir, menambahkan saat uji coba dilakukan, para penguji dari lembaga terkait meminta agar hasil sampah yang telah dilakukan proses peleburan agar diuji keamanannya dari berbagai bakteri.

“Setelah dilakukan pengujian hasilnya sangat memuaskan, akhirnya Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakesda) dengan melakukan tes menggunakan bakteri Basilus Streatermopilus hasilnya sangat menggembirakan. Sekitar 30 menit melakukan pengolahan, sampah olahan dibawa ke leboratorium untuk diuji. Selama dua minggu barulah hasilnya didapat dengan hasil sangat baik,” terangnya.

Sampah apapun dari limbah medis aman diolah menggunakan alat ini. Darah maupun benda cair lainnya yang menempel dalam limbah keras medis, diakui bebas dari berbagai macam bakteri.

Tidak Memakan Ruang yang Besar

Selama ini, proses pengolahan limbah diketahui dengan cara insinerasi atau pembakaran. Di mana cara ini membutuhkan ruang yang tidak kecil, bahkan cenderung besar untuk dapat melakukan pembakaran.

“Menggunakan alat ini tentunya akan lebih ekonomis. Penggunaan ruang yang besar tentunya bisa dieliminir. Bahkan tempat pengolahan limbah yang selama ini cenderung terlihat kotor, dengan alat ini saya ingin membuat konotasi pengolahan limbah dapat berubah. Alat ini dapat mengolah limbah sekitar 1 ton dalam satu hari,” ujarnya.

Kelebihan alat ini antara lain, tidak menggunakan sistem pembakaran (insinerasi). Tidak menggunakan bahan kimia dalam prosesnya, tidak menimbulkan polusi atau pencemaran udara, tidak mengeluarkan limbah cair yang berbahaya dan tentunya mengurangi jumlah sampah medis yang diproses sampai 85%. Saat ini Sterilwave SW 440, dioperasikan di RSCM Jakarta.

 

 

Sumber: wartakesehatan.com

Check Also

Tren selfie ala Jepang.Ilustrasi/bbs/istimewa/net

Unik, Hanya Ada di Jepang

SUARARAKYATINDONESIA-Teknologi yang modern dan canggih membuat Jepang menjadi trendsetter di bidang industri teknologi. Tak hanya ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>