Rabu , Oktober 18 2017
Home / SENI BUDAYA / Sejarah Sate Dan Kenapa Disebut Dengan Nama “Sate” ?

Sejarah Sate Dan Kenapa Disebut Dengan Nama “Sate” ?

Suara Rakyat Indonesia – Siapa yang tak kenal dengan makanan khas Indonesia yaitu sate. Bahkan Presiden Amerika Serikat yaitu Barack Obama sangat menyukai sate. Beliau menyukai sate karena masa kecilnya dulu pernah tinggal di Indonesia tepatnya di daerang Menteng Jakarta Pusat. Sate merupakan makan khas Indonesia yang bahan bakunya yaitu daging yang di potong-potong kecil dan ditusukkan pada sebilah tusukan yang terbuat dari bambu kecil. Tapi tahukah anda bagaimana sejarah sate bisa jadi makanan khas Indonesia dan mengapa makanan tersebut disebut sate ?.




Sejarah Sate

Kata “sate” atau “satai” diduga berasal dari bahasa Tamil. Diduga sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke-19, berdasarkan fakta bahwa sate mulai populer sekitar awal abad ke-19 bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil dan Gujarat dari India ke Indonesia. Hal ini pula yang menjadi alasan populernya penggunaan daging kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan Arab. Dalam tradisi Muslim Indonesia, hari raya Idul Adha atau hari raya kurban adalah peristiwa istimewa. Pada hari raya kurban ini daging kurban berlimpah dan dibagikan kepada kaum dhuafa dan miskin. Kebanyakan merayakannya dengan bersama-sama memanggang sate daging kambing, domba, atau sapi.

Teori lain mengusulkan bahwa asal kata sate berasal dari istilah Minnan-Tionghoa sa tae bak (三疊肉) yang berarti tiga potong daging. Akan tetapi teori ini diragukan karena secara tradisional sate terdiri atas empat potong daging, bukan tiga. Dan angka empat dianggap bukan angka yang membawa keberuntungan dalam kebudayaan Tionghoa. Warga Tionghoa Indonesia juga mengadopsi dan mengembangkan sate sesuai selera mereka, yaitu sate babi yang disajikan dengan saus nanas atau kecap yang manis dengan tambahan bumbu-bumbu Tionghoa, sehingga sate Tionghoa memiliki cita rasa seperti hidangan daging panggang khas Tionghoa.

Dari Jawa, sate menyebar ke seluruh kepulauan Nusantara yang menghasilkan beraneka ragam variasi sate. Pada akhir abad ke-19, sate telah menyeberangi selat Malaka menuju Malaysia, Singapura, dan Thailand, dibawa oleh perantau Jawa dan Madura yang mulai berdagang sate di negeri jiran tersebut. Pada abad ke-19 istilah sate berpindah bersamaan dengan perpindahan pendatang Melayu dari Hindia Belanda menuju Afrika Selatan, di sana sate dikenal sebagai sosatie. Orang Belanda juga membawa hidangan ini—dan banyak hidangan khas Indonesia lainnya—ke negeri Belanda, hingga kini seni memasak Indonesia juga memberi pengaruh kepada seni memasak Belanda . Sate ayam atau sate babi adalah salah satu lauk-pauk yang disajikan dalam hidangan Rijsttafel di Belanda.

Nah itu lah tadi sejarah makanan khas Indonesia yang bernama sate. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan anda, sekaligus menambahkan rasa cinta anda kepada tanah air kita yaitu Indonesia.

Check Also

1850502Nonton-film-porno780x390

Dampak Negatif Jika Terlalu Sering Menonton Vidio Porno

Suara Rakyat Indonesia-Segala jenis kecanduan yang buruk tentu tidak baik, misalnya saja kecanduan menonton video ...

One comment

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai sejarah sate indonesia.Benar benar sangat bermamfaat dalam menambah wawasan kita menjadi mengetaui lebih jauh mengenai indonesia.Saya juga mempunyai artikel yang sejenis mengenai indonesia yang bisa anda kunjungi di Indonesia Gunadarma

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>