Rabu , Oktober 18 2017
Home / NASIONAL / Jangan Pindahkan Ibu Kota Jika Hanya Karena Banjir, Macet, Pilkada

Jangan Pindahkan Ibu Kota Jika Hanya Karena Banjir, Macet, Pilkada

SUARA RAKYAT INDONESIA – Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati memandang perlu adanya kajian yang komprehensif untuk memindahkan pusat pemerintahan.

Dia mengatakan, pemerintah perlu memiliki alasan yang spesifik bahwa pemindahan ibu kota benar-benar mendesak dilaksanakan.

“Artinya siapapun yang mengeluarkan statement mengenai alternatif pemindahan pusat pemerintahan itu didasari suatu kajian yang benar-benar komprehensif,” kata Enny, kepada wartawan, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/7/2017).

“Tidak hanya karena letupan persoalan Pilkada DKI, banjir, kemacetan, karena ini persoalan negara.”

Pasalnya, lanjut dia, rencana pemindahan ibu kota sudah digagas sejak pemerintahan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, dan belum dapat terlaksana.

Banyak tahapan yang harus dilalui pemerintah sebelum memindahkan ibu kota. Utamanya, dengan membuat kajian yang komprehensif, membuat blue print, peta jalan, dan lain-lain.

Enny memandang pemerintah mulai serius melakukan perencanaan secara konkret. ‘

Hal ini dapat terlihat dari target Bappenas yang akan menyelesaikan kajian pada tahun ini dan mulai mengurusi administrasi pada tahun 2018 mendatang.

Jangan sampai rencana pemindahan ibu kota menjadi polemik di daerah-daerah yang disebut-sebut akan menjadi ibu kota baru.

“Karena ini akan berimplikasi ekonomi, apalagi kalau sampai menyebut salah satu kota, katakanlah di Palangkaraya. Di Palangkaraya sekarang sudah punya dampak ekonomi, harga tanah sudah mengalami kenaikan luar biasa,” kata Enny.

Kemudian, dia mengimbau pemerintah membuat kajian secara terbuka. Artinya, pemerintah membuat sebuah indikator sebuah ibu kota yang ideal.

Enny mengatakan, pemerintah juga harus memikirkan dampak jangka panjang perpindahan ibu kota. Bukan cuma dampak selama 1-2 tahun, namun dampak hingga puluhan tahun.

“Jadi model kota seperti apa yang ingin kita kembangkan, nah kajian ini harus benar-benar terbuka. Enggak apa-apa kalau kajiannya memang menghasilkan pindah ibu kota sebagai pilihan terbaik, enggak masalah,” kata Enny.

Seperti diketahui, Bappenas tengah mengkaji rencana pemindahan ibu kota. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro sempat menyebut Pulau Kalimantan sebagai lokasi ibu kota baru.

Sedangkan Presiden Soekarno pernah menggagas ibu kota dipindah ke Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah. Jika rencana ini terealisasi, maka hanya pusat pemerintahan yang akan dipindah.

Sedangkan pusat perekonomian tetap akan berada di Jakarta. Adapun alasan pemindahan ibu kota untuk pemerataan pembangunan antara Jawa dengan luar Jawa.

Skema pendanaan rencana ini melalui kerjasama antara pemerintah dengan swasta. Di dalam skema pembiayaan itu juga akan diatur mengenai skema kepemilikan lahan.

[KOMPAS]

Check Also

perempan-bh_20171008_071021

Wanita Temukan Benda Aneh di Dalam Bra yang Baru Dibelinya

SUARA RAKYAT INDONESIA – Seorang wanita mengaku kaget menemukan benda aneh di dalam bra yang dibelinya. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>