Sabtu , Agustus 19 2017
Home / News / Hal Yang Sebaiknya Jangan Disampaikan Lewat Pesan Singkat atau Chat

Hal Yang Sebaiknya Jangan Disampaikan Lewat Pesan Singkat atau Chat

SUARA RAKYAT INDONESIA – Tren berkomunikasi kini sudah mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi. Telepon, yang sempat dianggap menjadi primadona telekomunikasi sekarang nampaknya hanya menjadi pilihan alternatif. Kini orang-orang lebih memilih untuk menggunakan fasilitas pesan singkat (SMS) atau chatting karena dianggap lebih praktis, real-time, dan murah.

Tapi tidak selamanya teknologi tersebut bisa merepresentasikan apa yang ada di hati dan kepala kita. Kadang SMS atau chat itu bisa menimbulkan misinterpretasi antara si pengirim dan penerima pesan, karena si penerima pesan tidak bisa secara jelas menangkap intonasi dan maksud dari si pengirim pesan. Si pengirim pesan juga tidak bisa lepas menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.

Jadi ga semua hal layak disampaikan lewat pesan singkat atau chat, ada juga hal-hal yang sebaiknya tidak disampaikan lewat SMS atau chat tersebut, apa aja tuh? Cek satu-satu yuk!
1. Memutuskan hubungan

Kecuali kalau kamu emang gak malu dibilang pengecut, boleh lah memutuskan hubungan lewat SMS atau aplikasi chatting. Tapi kalo kamu ogah dibilang pengecut, jangan coba-coba deh melakukan hal tersebut.

Selain bakal bikin kamu kelihatan cemen, memutuskan hubungan lewat SMS atau chat juga terkesan tidak etis dan tidak menghargai (mantan) pasanganmu itu. Kalaupun kamu terpaksa buat melakukannya tanpa face-to-face, paling nggak kamu bisa manfaatin panggilan telepon lah untuk itu.
2. Menyatakan Perasaan

Ya, ridmee paham kalau menyatakan perasaan adalah salah satu ritual terberat di dunia. Gak semua orang berani buat melakukannya. Perasaan grogi, deg-degan, malu, takut ditolak, dan jutaan perasaan lainnya campur aduk jadi satu. Tapi di situlah seninya memulai sebuah hubungan. Jangan dilewatkan, guys!

Kalo kamu lebih memilih buat menghindar dari deg-degannya menyatakan perasaan dengan cara melakukannya lewat SMS atau chat saja, kamu bakal kehilangan sebuah momen yang bakal kamu kenang di kemudian hari.

Takut ditolak? At least you’ve tried, guys!

3. Mengklarifikasi Sesuatu

Ini nih yang paling “haram” hukumnya buat dilakukan lewat SMS atau chat. Kenapa? Karena gak jarang niat klarifikasi kita terhadap sesuatu justru menimbulkan masalah baru. Loh kok bisa? Iya karena biasanya maksud, nada, dan intonasi sebuah SMS atau chat itu tergantung interpretasi si pembaca.

Misalkan gini, sebetulnya nada pesan kita itu baik-baik, nyantai, kalem, tapi kalo mood si pembaca lagi ga oke, bukan gak mungkin pesan kita itu bakal jadi bernada dingin, jutek, galak, ataupun nyolot. Jadinya pesan kita itu gak merepresentasikan apa yang sebenernya menjadi maksud dan tujuan kita.

Jadi sebaiknya gimana? Kalo untuk klarifikasi, idealnya emang ketemu langsung sih.

4. Membatalkan Janji

Kalau untuk yang satu ini sih ga perlu dijelasin panjang lebar ya, karena udah jelas banget alesannya: GAK ETIS. Misalkan ketika kamu janji buat jalan sama seseorang, tapi di waktu tersebut kamu ada keperluan lain yang lebih mendesak, lalu kamu membatalkan janji tersebut lewat SMS atau chat, kamu bakal terkesan gak menghargai dia dong? Gimana kalo dia udah seneng kamu ajakin jalan? Gimana kalo dia udah nyiapin segala sesuatunya buat event ini?

Kalopun terpaksa membatalkan, at least coba lewat telepon deh, karena permintaan maafmu, perasaan menyesalmu, bakal lebih bisa dia rasain lewat intonasi bicaramu, dan kemungkinan dia ngambek bakal berkurang beberapa persen laaah, hehehe…

5. Marah

Ketika kamu ngerasa harus menegur seseorang, marah sama seseorang, usahakan hadirkan orang tersebut di hadapanmu. Karena jika kamu melakukannya lewat pesan singkat atau chat, ada beberapa kerugian yang bakal kamu dapatkan. Beberapa diantaranya adalah:

  • Inti dari maksud pembicaraanmu mungkin tidak akan tersampaikan secara gamblang karena keterbatasan ruang dan waktu. Kamu pun tidak akan merasa nyaman ketika apa yang meledak-ledak dalam pikiranmu tidak sinkron dengan gerakan jempolmu di layar ponselmu.
  • “Lawan bicaramu” belum tentu bisa menangkap apa yang kamu maksudkan. “lawan bicaramu” juga mungkin tidak bersedia membaca apa yang kamu sampaikan.
  • Kemarahanmu bisa tidak terkontrol karena kamu cenderung ingin puas melampiaskan apa yang ada di hati dan kepalamu lewat kata-kata yang kamu ketik. Lain halnya ketika orang tersebut ada di hadapanmu, kamu bisa mengatur tempo marahmu berdasarkan reaksi yang dia berikan.
  • Masalah yang ada tidak langsung bisa terselesaikan karena keterbatasan interaksi.
[VIVA]

Check Also

ilustrasi/bbs/istimewa

Manfaatnya Melamun?..

SUARARAKYATINDONESIA-Banyak orang yang suka “bengong” pada saat-saat tertentu. Melamun bukan pekerjaan pemalas ini terjadi tanpa ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>