Selasa , Desember 12 2017
Home / GENERAL / Dampak Negatif Jika Terlalu Sering Menonton Vidio Porno
1850502Nonton-film-porno780x390

Dampak Negatif Jika Terlalu Sering Menonton Vidio Porno

Suara Rakyat Indonesia-Segala jenis kecanduan yang buruk tentu tidak baik, misalnya saja kecanduan menonton video porno atau semua bentuk pornografi. Tak dipungkiri bahwa kebanyakan orang begitu menyukai konten-konten pornografi, hanya saja ada skala tinggi dan rendah.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang harus berhenti menonton video porno. Karena efek dari pornografi begitu mengerikan dari segala aspek. Tidak hanya akan berdampak pada kesehatan, namun juga sosial seseorang.

Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini mengapa seseorang harus berhenti melihat video porno sekarang juga!

  1. Mengakibatkan gangguan seksual

Disfungsi ereksi adalah masalah yang paling umum dihadapi oleh hampir semua pria di luar sana. Hal ini dapat dipicu oleh kecanduan pornografi dan proses masturbasi yang mengikuti sehingga dapat membuat otak bekerja sedemikian rupa. hal tersebut dapat menghentikan atau mengganggu kehidupan seksual seseorang.

Jika seseorang berhenti menonton vido porno atau segal ajenis pornografi, maka dapat menghentikan masalah kesehatan semacam ini. Menarik, bukan?

  1. Energi terkuras

Saat seseorang menonton porno hampir setiap hari, maka di akhir ‘kegiatan buruk’ itu akan berujung pada masturbasi. Nah, masturbasi ini justru akan menyebabkan energinya terkuras, baik mental maupun fisik.

Jika berhenti menonton porno, maka mereka akan bisa melihat hasilnya sendiri. Stamina lebih terjaga dan juga kesehatan akan terjamin karena tidak ada energi yang tebuang ‘percuma’.

  1. Hubungan dengan pasangan

Sebagian besar pornografi adalah tentang melebih-lebihkan segalanya. Baik itu secara romantis atau seksual. Orang yang kecanduan hidupnya dengan pola pikir video porno akan berharap pasangannya di dunia nyata bertindak dengan cara yang sama seperti di video porno.

Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan masalah dalam hubun gan asmaranya. Pasalnya tidak semua orang mampu dan mau melakukan seperti di video yang sangat lebay, terutama pada dramatisasinya. Berhenti menonton video porno akan membantu Anda memperkuat hubungan asmara dengan pasangan dan juga lebih menghargai pasangan.

  1. Video porno menurunkan kepercayaan diri

Orang yang kecanduan pornografi dan dilengkapi dengan masturbasi umumnya terlihat memiliki kepercayaan diri yang rendah. Menonton video porno terus menerus bisa menjadi salah satu alasan mengapa mereka dapat merasa tidak puas dengan diri mereka sendiri karena tidak dapat menghentikannya.

Biasanya dipicu karena tidak PD melihat ukuran penis yang standar, ukuran payudara yang kecil, durasi ejakulasi yang terlalu singkat, dan lain sebagainya. Dengan melakukan masturbasi membuat mereka tak perlu lagi khawatir terhadap anggapan pasangan, karena mereka melakukannya sendiri dan juga mencapai kepuasan meski semu.

Namun cobalah untuk berhenti menonton video porno, karena itu akan meningkatkan kepercayaan diri. Karena seks, bukan melulu tentang ukuran dan lamanya ejakulasi. Melainkan bagaimana teknik Anda memainkan peran dan menyenangkan pasangan di atas ranjang. Percayalah!

  1. Agar dapat mengontrol diri

Untuk poin ini tidak hanya tentang pornografi, melainkan segala bentuk kecanduan. Jika Anda dpaat mengatasi kecanduan yang dalam hal ini adalah pornografi, maka Anda akan dapat mengendalikan diri Anda pada dorongan seks apa pun. Seharusnya memang Anda berhenti menonton porno sekarang juga untuk membuat hidup lebih baik dan juga tidak memenuhi otak dengan hal-hal yang jorok.

Ingat, hubungan nyata di dunia dengan pasangan suami/istri akan lebih menyenangkan ketimbang hanya melihat gambar atau video yang seperti itu. Kendalikan diri Anda.

 

 

Check Also

Tren selfie ala Jepang.Ilustrasi/bbs/istimewa/net

Unik, Hanya Ada di Jepang

SUARARAKYATINDONESIA-Teknologi yang modern dan canggih membuat Jepang menjadi trendsetter di bidang industri teknologi. Tak hanya ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>