Sabtu , Agustus 19 2017
Home / ALKISAH / Bagaimana Cara Mengenal Allah
lailahaillallah

Bagaimana Cara Mengenal Allah

Suara Rakyat Indonesia-Setiap umat beragama meyakini keberadaan Tuhan sebagai sang pencipta. Itu menandakan sebuah keimanan seseorang terhadap Tuhan dan agamanya. Begitu pun dengan Islam, umat Islam wajib percaya bahwa Allah SWT sebagai Tuhannya.

Mengenal Allah lebih dalam sangat dianjurkan bagi umat Islam sebagai ben tuk upaya memperkuat keimanan. Ada banyak penjelasan tentang cara mengenal lebih dekat Allah SWT. Baik itu dari Alquran maupun di dalam hadis.

Sebagai Muslim harus mempunyai keimanan yang kuat kepada Allah. Kuatnya keimanan seseorang, hanya bisa didapatkan dengan fondasi yang kuat. Ia tidak akan mudah menyimpang, meskipun digoda oleh cobaan apa pun. “Keimanan yang punya dasar kuat tidak akan tergantikan,”.

Keimanan yang tidak kuat akan lebih mudah rapuh. Ia mencontohkan, jika seseorang meme luk agama Islam karena berangkat dari mimpi dikhawatirkan keimanannya akan mudah berganti-ganti.

Untuk itu, kata ustaz Weemar, seseorang perlu menjalankan sesuatu tentang jalan menuju keimanan, yaitu pro ses berpikir tentang Allah SWT sebagai pencipta. Menurut dia, proses tersebut penting dilakukan oleh seseorang guna mempertebal keimanannya. Misalnya, tentang dari mana manusia diciptakan, untuk apa diciptakan, dan akan berbuat apa.

Proses berpikir itu wajib, biar pera saan bisa diatur. Maka harus berpikir baik-baik maka akan berperasaan baik baik.

jika perasaan lebih menguasai daripada proses berpikir, diyakini hidup mereka akan selalu emosional. Akibatnya, mereka tidak dapat berpikir secara jernih. Seseorang yang emosional, ia menegaskan, kehidupannya tidak akan tenang.

Pikiran yang mampu diatur oleh seseorang maka perasaannya juga akan bisa dikontrol. Dengan begitu, hidup mereka akan selalu dibimbing oleh wahyu atau petunjuk Allah. “Nafsu akan ditekan oleh wahyu atau petunjuk Allah. Wahyu juga mempunyai cara meluapkan nafsu dengan cara yang benar,”.

Namun, ketika seseorang enggan berpikir maka ketika pemikiran hilang maka seluruh hidupnya akan dikuasai oleh perasaan. Padahal, kata dia, perasaan tidak akan pernah bertemu dengan wahyu. Hal tersebut juga diterangkan oleh Allah dalam ayat Alquran surah Yunus ayat 36.

Jika umat Islam mampu mendahulukan proses berpikir, mereka akan memperoleh jalan hidup yang terbaik. Kendati demikian, mengakui mendahulukan proses berpikir merupakan hal yang tidak sederhana dan sulit dipraktikkan di lapangan. Dari proses tersebut.

Keberadaan sesuatu di alam ini merupakan kaidah tentang tanda adanya sang pencipta. Kaidah lainnya yaitu sesuatu yang diciptakan tidak akan sama dengan penciptanya. Sebagai contoh, komputer tidak akan sama dengan manusia yang menciptakan. Begitu juga dengan Allah, tidak akan sama dengan manusia sebagai ciptaannya. Karena itu, umat Islam sebaiknya tidak menyamakan Allah dengan manusia.

 

“Menyamakan sesuatu dengan Allah itu tidak masuk akal. Menyamakan Pencipta dengan ciptaannya itu tidak masuk akal. Jangan dibayangkan,”

Semua itu merupakan proses yang harus diketahui oleh umat Islam untuk membuktikan bahwa Allah SWT sebagai Pencipta. Proses tersebut hanya bisa didapatkan dengan cara berpikir. “Kita butuh tahu bahwa Islam itu tidak salah. Kita harus yakin seyakinyakinnya bahwa agama ini benar. Soal keimanan kita harus punya dasar yang tidak terbantahkan,”.

 

Check Also

ilustrasi/bbs/istimewa

Manfaatnya Melamun?..

SUARARAKYATINDONESIA-Banyak orang yang suka “bengong” pada saat-saat tertentu. Melamun bukan pekerjaan pemalas ini terjadi tanpa ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>