Senin , September 25 2017
Home / ALKISAH / Apa Saja Yang Perlu di Persiapkan Untuk Menjemput Kematian
kematian

Apa Saja Yang Perlu di Persiapkan Untuk Menjemput Kematian

Suara Rakyat Indonesia-Imam Al-Qurthubi, dalam kitabnya berjudul At-Tadzkiratu fi ahwal al-mawta wa ahwal al-akhirah mengupas tentang pentingnya ingat mati dan persiapan menyambutnya, seorang Mukmin meninggal dunia dengan kening basah, keluarnya nyawa orang Mukmin dan orang kafir, menalkin mayit dengan¬† kalimat “La Ilaha illallah”, yang dibaca saat memejamkan mata jenazah, dan hukum membaca Alquran di kubur saat pemakaman dan sesudahnya.

Hal lainnya, misalnya, huru-hara sakaratul maut, anjuran mengubur mayit di tengah-tengah kubur orang-orang yang saleh, kubur yang setiap hari berbicara dan ia juga berbicara kepada seorang hamba yang diletakkan di dalamnya, siksa terhadap mayit karena tangisan keluarganya, dan utusan-utusan malaikat maut kepada orang yang hendak meninggal dunia.

Imam Al-Qurthubi juga memaparkan tentang kebenaran siksa kubur, azab orang kafir di dalam kubur, kegembiraan orang mukmin di dalam kuburnya, mayit mendengar apa yang dikatakan kepadanya, ke mana perginya roh setelah keluar dari jasad, dan tobat.

Bagi kaum Muslimin, yang terpenting bukan sekadar memahami berbagai hal tentang kematian, alam akhirat, dan kiamat. Lebih penting lagi adalah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Kiamat bisa datang tahun depan, dua tahun lagi, 10 tahun lagi, 100 tahun lagi, atau bahkan 1.000 tahun lagi.

Namun, kematian bisa datang hari ini, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, 30-40-50 tahun lagi. Kematian begitu dekat! Hal terindah adalah kapan pun kematian itu datang menjemput, kita telah siap dengan amal-amal saleh untuk memasuki alam akhirat ataupun melewati datangnya hari kiamat.

Seperti ditegaskan oleh Rasulullah SAW, Mukmin yang cerdas adalah yang selalu ingat mati dan mempersiapkan diri untuk mati. Tentunya hal itu juga berarti mempersiapkan diri menunggu datangnya hari kiamat dan hari pembalasan (akhirat).

Bagi seorang yang beriman dan beramal saleh, tak ada yang perlu ditakutkan dari sebuah kematian. Sebab, sebagaimana dikatakan oleh Hayyan al-Aswad, “Kematian adalah sebuah jembatan yang menghubungkan pertemuan dua kekasih.”

Di sinilah, terutama letak arti penting membaca buku karya Imam Al-Qurthubi ini. Seperti bait-bait syair yang sering dibaca oleh Amirul Mukminin Umar bin Khaththab dan dikutip oleh Imam Al-Qurthubi dalam buku ini:

Tidak ada sesuatu pun yang kamu lihat gemerlapan itu abadi,

karena yang abadi hanyalah Tuhan, harta dan anak-anakmu akan lenyap.

Hurmuz pada suatu hari pernah tidak membutuhkan simpanan kekayaannya Kaum ‘Aad sudah pernah ingin abadi, tapi gagal.

 

Begitu pula, dengan Sulaiman sang pengendali angin, manusia, dan jin. Mana raja yang dulu pernah paling berjaya di muka bumi?Di akhirat kelak semua akan tunduk dan tak mampu berbohong.

 

Check Also

CV Mehta yang unik dan menarik.(mirror.co.uk/istimewa/net)

Diterima Bekerja Tanpa Interview

SUARARAKYATINDONESIA-Tidak semua orang dapat melakukan hal seperti ini, mengekspresikan diri dan menggambarkan pribadi anda secara ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>